Minggu, 13 Mei 2012

Ruang Baru di 8

Gedung baru di SMA Negeri 8 Tangerang menyediakan ruang-ruang yang berguna nantinya untuk keperluan penting seperti aula, multimedia, dll. Aula di lantai 2 sudah sering dugunakan untuk seminar ataupun rapat, sedangkan satu ruang di lantai bawah sedang dikembangkan menjadi ruang multimedia yang modern dan terdapat banyak teknologi canggih.

Car Free Day at SMA Negeri 8 Tangerang

Saat ini kendaran bermotor semakin banyak jumlahnya di kota-kota di Indonesia. Seperti halnya Tangerang yang berpenduduk padat dan kendaraan yang padat juga. Polusi udara pun sudah terlalu banyak. Ini yang menjadi inspirasi untuk SMA Negeri 8 Tangerang dalam hal penghijauan dan usaha stop global warming. Car Free Day, begitulah sebutannya untuk hari tanpa kendaraan bermotor di SMA Negeri 8 Tangerang. Saat hari itu, tidak perbolehkan seorang warga SMA Negeri 8 Tangerang untuk membawa kendaraan BBM. Tentu ini dapat menciptakan suasana yang sejuk dan hijau.

Siswa Teladan


        TANGERANG, SN Enam orang siswa-siswi Kota Tangerang, Rabu (11/4) terpilih sebagai pelajar teladan. Mereka terdiri dari tiga orang pelajar putra dan tiga pelajar putri yang lolos dalam tahap seleksi selama dua hari.Proses seleksi berawal dari puluhan pelajar perwakilan sekolah se-Kota Tangerang, untuk selanjutnya dipilih sepuluh murid terbaik di hari kedua.Predikat siswi terbaik disandang Yanne Aulia dari SMAN 1, disusul Dita Yustianti dari SMA 8 sebagai juara dua, sementara Adini Saptadina dari SMA 5 berada di posisi ketiga.

        “Aku benar-benar enggak nyangka bisa berada di posisi pertama pada ajang siswa teladan ini,” ujar Yanne, saat ditemui wartawan, kemarin.
Sementara untuk kategori pelajar putra, peringkat 1 siswa teladan diraih oleh Rizky Robbani Hanif dari SMA 8, berikutnya di posisi runner up diraih oleh Jayanto dari SMA Harapan Bangsa, sedangkan juara tiga direbut oleh Fatih Irsan dari SMAN 1. Menurut Rizky, menjadi siswa teladan adalah predikat yang bergengsi dan perlu pertanggungjawaban selama menyandangnya.

      “Tentunya bangga, namun tentu saja harus dibarengi dengan perilaku kita yang terus memberi contoh pada teman-teman pelajar lain,” kata remaja yang harus bangun tengah malam untuk belajar. Senada, Jayanto mengatakan, dengan predikatnya yang kini disandang, ia pun menyadari bahwa perilakunya akan dicontoh. Selain itu, dengan predikat itu, tentunya mereka semua berharap bisa memotivasi teman-teman lain agar juga bisa berprestasi.
Meski menyandang siswa teladan, keenam pelajar terbaik di Kota Tangerang itu mengaku tidak akan mengubah sikapnya, atau menjadi kaku.  “Tetap jadi diri sendiri, low profile seperti sebelum predikat ini kami dapat,” kata Fatih yang juga Ketua OSIS SMAN 1 Kota Tangerang.

          Usai mengikuti kompetisi ini, Adini  dan teman-temannya mempersiapkan diri untuk maju ikut seleksi siswa teladan tingkat provinsi. Menurutnya, masih banyak yang harus disiapkan, agar bisa membawa Kota Tangerang menjadi terbaik di Banten. “Perjuangan belum usai, mari kita persiapkan sematang mungkin,” katanya bersemangat. (pramita/made)

PPDB JALUR SELEKSI MASUK (JSM8) TA 2012/2013


PPDB Jalur Seleksi Masuk SMA Negeri 8 Tangerang (JSM8)



  • SMA Negeri 8 Tangerang menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2012/2013 melalui Jalur Seleksi Masuk (JSM8) secara online mulai Tanggal 14 s.d 24 Mei 2012 di http://ppdb.sman8tangerang.sch.id


  • Informasi umum, jadwal kegiatan dan informasi lainnya di http://ppdb.sman8tangerang.sch.id


  • Calon peserta JSM8 harus membaca dan memahami seluruh ketentuan dan prosedur JSM8 yang termuat dihttp://ppdb.sman8tangerang.sch.id


  • Untuk Registrasi Pendaftaran, baru akan dibuka pada tanggal dimulainya pendaftaran yaitu Tanggal 14 s.d 24 Mei dari Pukul. 08.00 – 15.00 WIB


  • Bagi calon siswa yang mengalami kesulitan dalam pendaftaran sesuai prosedur pendaftaran, dapat datang ke sekertariat Panitia PPDB SMA Negeri 8 Tangerang.


sumber : http://sman8tangerang.sch.id/html/index.php?id=berita&kode=9

SBI DI BUTUHKAN


JAKARTA, KOMPAS – Indonesia tetap perlu mengembangkan sekolah bermutu tinggi seperti sekolah bertaraf internasional atau SBI. Jika dalam pelaksanaannya rintisan sekolah bertaraf internasional menimbulkan banyak masalah, hal itu bisa diperbaiki.

Pandangan tersebut dikemukakan dua saksi ahli dari pemerintah, yakni Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Slamet serta mantan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung, Indra Djati Sidi, dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Rabu (11/4). Sidang uji materi Pasal 50 Ayat 3 UU nomor 20 Tahun 2003 soal RSBI/SBI yang dipimpin Ketua MK Mahfud MD kali ini mendengarkan keterangan saksi ahli dari pemerintah.

Menurut Slamet, menunda pelaksanaan RSBI sampai menunggu semua sekolah sempurna atau memenuhi delapan standar nasional pendidikan menyebabkan kemajuan Indonesia bakal tertinggal jauh dari Negara-negara di tingkat regional dan internasional.

Oleh karena itu, sekolah-sekolah RSBI/SBI di jenjang SD hingga SMA sederajat dibutuhkan Indonesia semata-mata untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing di dunia global.

Menurut Slamet, secara filosofi dan konsep, SBI itu tidak salah. SBI untuk menyiapkan SDM berkualitas dan mencerdaskan bangsa sesuai potensi dan bakat anak. Negara-negara lain juga mengembangkan SBI, seperti Malaysia, Thailand, dan Jepang.

Adanya SBI, kata Slamet, bermanfaat untuk mewadahi anak-anak cerdas dan menyiapkan SDM Indonesia yang berkualitas. Selain itu, SBI juga bias diandalkan untuk menghemat devisa Negara karena masyarakat tak lagi perlu menyekolahkan anak-anaknya di Luar Negeri.

Masalah Kompleks.

Indra Djati mengatakan, Indonesia memiliki spectrum masalah pendidikan yang kompleks. Namun, Indonesia tidak bias menunggu kondisi pendidikan semuanya sempurna baru berbuat. “Sangat terlambat kalau pemerintah tak mengembangkan pendidikan bermutu tinggi,” kata Indra.
Ia mengatakan, SBI disambut baik masyarakat dan diminati. “Kalau dlam pelaksanaan ada kelemahan, ya diperbaiki,” kata Indra.

Saksi ahli lainnya, Ibrahim Musa, mengatakan, dari kajian profil biaya pendidikan dasar RSBI oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud menunjukkan bahwa sebenarnya biaya pendidikan di sekolah RSBI masih dalam kerangka standar nasiomal pendidikan. (ELN)

Menunggu Hasil UN

Sudah hampir sebulan UN SMA berlalu, namun hasilnya belum dibagikan. Kabarnya bulan Mei ini akan dibagikan. Tentu ini ditunggu-tunggu bagi semua siswa kelas XII di seluruh Indonesia. SMA Negeri 8 Tangerang optimis semua anak didiknya akan lulus 100% dan masuk PTN unggulan. Karena SMA Negeri 8 Tangerang selalu menghasilkan alumni yang sangat berkualitas.

Hardiknas @DELTA

Kira-kira sudah 10 hari berlalu Hari Pendidikan Nasional di adakan di seluruh nusantara. SMA Negeri 8 Tangerang pun mengisinya dengan acara yang bercampur dengan hari Kartini. Saat itu, seluruh siswa laki-laki menjadi chef Kartono, yaitu lomba antar kelas memasak nasi goreng dan wedang jahe terlezat. Para perempuan sibuk mendandani putri Delta, seorang cewek dari masing-masing kelas. Sudah berlalu perlombaan itu, namun para pemenangnya belum juga diumumkan sampai saat ini. Jadi penasaran kelas gue menang gak ya?

Seragam Batik for DELTA

Dikabarkan belakangan ini di rencanakan oleh OSIS SMA Negeri 8 Tangerang beserta guru-guru akan di berlakukannya hari Batik, yaitu hari dimana seluruh warga SMA Negeri 8 Tangerang diwajibkan memakai batik sebulan sekali. Semoga dengan ini, batik tetap lestari ya.

Selasa, 01 Mei 2012

Tugas TIK SMAN 8 Tangerang


Grafik tersebut menunjukkan harga sayuran pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Dari tabel tersebut terdapat sayur-sayur yang dijual di pasaran dengan harga yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa harga sayuran dari tahun ke tahun tidak tetap. Dan pada tahun 2012 dapat kita lihat merupakan harga sebagian besar sayuran yang paling tinggi harganya dibanding tahun-tahun sebelumnya.